Bagi para pekerja, tidur siang itu merupakan sebuah kemewahan dan mereka biasanya baru akan menikmati ini ketika akhir pekan. Namun untuk beberapa negara tertentu, tradisi tidur siang itu justru menjadi wajib dan bagian dari rutinitas kerja. Ada pula kebijakan khusus yang memang menyuruh karyawannya untuk tidur siang sejenak di siang hari. Ini bukan merupakan hal yang dianggap malas melainkan kebiasaan ini dipercaya bisa meningkatkan produktivitas para pekerja.
Apa Saja Negara yang Punya Tradisi Tidur Siang Khusus Untuk Pekerjanya?
Di sebagian negara tertentu, tradisi tidur siang dianggap bisa memperbaiki konsentrasi dengan baik dan mampu menjaga kesehatan mental. Sekarang justru makin banyak perusahaan di dunia yang mulai memberlakukan sistem yang sama untuk pekerjanya dibandingkan memaksa mereka untuk bekerja terus dan hanya dapat istirahat makan siang saja lalu bekerja kembali. Hal ini justru akan membuat mereka mudah mengantuk, lelah dan juga bosan. Inilah beberapa negara yang memberlakukan tidur siang:
- Tiongkok atau China
China juga memberlakukan tidur siang ini di lingkungan kerja dan disebut sebagai Power Nap. Hal ini bukan sesuatu yang asing untuk mereka bahkan menjadi kebiasaan yang tidak dapat dipisahkan lagi dari kegiatan para pekerja disana. Sesuai dengan yang dilansir oleh The Wilson Quarterly, budaya tidur siang di China ini sudah mengakar kuat dan ada pasalnya yang menekankan bahwa setiap orang disana memiliki hak untuk beristirahat. Jadi ini bukan lagi anjuran atau saran melainkan praktik luas. Karena itulah, mungkin Anda sering melihat di TV atau lainnya para pekerja yang menggunakan waktu makan siang mereka untuk tidur entah di meja keras maupun area istirahat yang memang disediakan oleh perusahaan. Perusahaan di China berpendapat bahwa tidur siang bisa kembali meningkatkan konsentrasi, memulihkan energi dan mendukung terciptanya produktivitas. Ini merupakan strategi yang cerdas menurut mereka dan tidak heran juga bahwa China sekarang jadi negara maju.
- Jepang
Jepang juga menjadi negara yang membudayakan tidur siang untuk para pekerjanya. Bahkan ada istilahnya yaitu “inemuri”. Ini merupakan tidur yang singkat dan dilakukan oleh masyarakat di tempat umum termasuk tempat kerja. Anda pasti sering melihat banyak orang yang tidur di transportasi umum, ketika rapat maupun meja kantor di Jepang. Seperti yang dilansir oleh The Guardian, Inemuri ini bukan merupakan tanda kemalasan. Ini merupakan sebuah indikator bahwa seseorang sudah bekerja dengan keras dan berdedikasi tinggi pada pekerjaan mereka. Ini menunjukkan bahwa mereka sudah bekerja sampai mereka lelah. Inemuri merupakan metode yang cerdas untuk bisa tetap maksimal kala bekerja di tengah tuntutan kerja yang sangat tinggi di wilayah Jepang. Praktik ini pun juga akan memungkinkan karyawannya untuk kembali mengisi ulang energi tanpa perlu meninggalkan lingkungan kerja mereka dan bisa fokus. Bahkan banyak perusahaan menyediakan tempat istirahat.
- Spanyol
Spanyol terkenal dengan kebudayaan siesta. Ini merupakan jeda panjang yang dilakukan di tengah hari dimana pekerjanya bisa pulang kemudian makan siang bersama dengan keluarga dan tidur. Tradisi yang satu ini telah dilakukan cukup lama berabad-abad. Tujuannya untuk mengembalikan energi dan menghindari panas matahari sehingga bisa fokus bekerja kala sore hari tiba. Tidak mengherankan kalu banyak toko maupun kantor bahkan bank yang tutup di siang hari selama beberapa jam saja sebab pekerjanya siesta atau tidur siang. Tradisi ini sudah mulai jarang ditemukan di kota besar layaknya Barcelona dan Madrid yang menggunakan jam kerja lebih konvensional namun di wilayah lain masih kental budayanya.
Semoga tradisi tidur siang ini juga bisa diterapkan di negara lain termasuk Indonesia untuk membuat produktivitas kerja jadi lebih baik.


